pengamanan perbatasan -Jkw

Presiden Joko Widodo, Kamis (5/5) Pukul 09.00 WIB, di Istana Kepresidenan Yogyakarta, mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri dan Panglima Tentara dari Filipina dan Malaysia guna membahas keamanan perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya.

Diungkapkan Presiden Jokowi kepada wartawan, pertemuan ini membahas 4 (empat) hal penting yang akan didetilkan oleh Menlu dan Panglima ketiga negara.

“Pertama, untuk patroli bersama akan lebih didetilkan untuk di lapangannya nanti akan seperti apa, bagaimana kerja samanya,” kata Presiden usai pertemuan.

Photo published for Jokowi dan Nasib Prajurit TNI di Perbatasan | GeoTimes

Kedua, mengenai kalau ada kejadian di lapangan, tindakan-tindakan apa yang akan dilakukan.

Photo published for Jokowi Akan Gelar Pertemuan Soal Keamanan Laut di Perbatasan | Tempo Nasional

Ketiga, mengenai tukar menukar informasi yang secepat-cepatnya.

“Ini akan dilakukan dan membuka hotline antara crisis center yang di sini dengan Flipina dan Malaysia,” terang Presiden Jokowi.

Photo published for Bahas Pagu Indikatif APBN 2017, Jokowi Singgung Perbatasan - Kompas.com

Terakhir, lanjut Presiden, Panglima dari ketiga negara diarahkan agar membuat Standard Operating Procedure (SOP) yang jelas sehingga langkah-langkah bertindak itu bisa kita lakukan bersama-sama.

“Kira-kira empat hal itu yang akan didetilkan pada hari ini, dan kita harapkan kerja sama ke depan, di antara kita bertiga ini terutama di area yang ada masalah tersebut bisa kita selesaikan,” pungkas Presiden.

4 WNI Yang Disandera
Presiden Jokowi mengungkapkan dalam pertemuan juga dibahas mengenai 4 WNI yang masih disandera di Filipina.

“Yang jelas lokasinya kita sudah tahu, di pulau mana kita sudah tau, tetapi sekali lagi ini faksinya berbeda dengan yang kemarin. Jadi, ya yang kemarin kan komunikasinya juga lama dan sangat sulit, yang ini sudah ketemu lokasi, ketemu pulaunya dan kita akan bangun komunikasi lagi,” ujar Presiden.

Dalam pertemuan Presiden didampingi Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Mensesneg Pratikno. Sementara perwakilan dari Malaysia yaitu Menlu Dato’ Sri Anifah Aman dan Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia Tan Sri Dato’ Sri Jenderal Zulkifeli Mohd Zin serta dari Filipina hadir Menlu Jose Rene D Almendras dan Plt Panglima Filipina Laksamana Caesar Taccad AFP.

Bahas Keamanan Perairan Perbatasan, Presiden Jokowi Terima Menlu dan Panglima Filipina dan Malaysia

Photo published for WNI Disandera Lagi, TNI Kerahkan Kapal Perang ke Perbatasan Filipina

Usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Kamis (5/5) pagi di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Menteri Luar Negeri serta Panglima Angkatan Bersenjata dari Malaysia, Filipina, dan Indonesia melanjutkan pertemuan trilateral untuk membahas lebih detil keamanan perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya.

“Pertemuan kali ini sangat produktif, kami sepakat untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi untuk menyelesaikan masalah keamanan (perairan perbatasan),” kata Menlu Retno Marsudi didampingi Panglima TNI Gatot Nurmantyo dalam pernyataan pers bersama dengan Menlu Malaysia Dato’ Sri Anifah Aman dan Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia Tan Sri Dato’ Sri Jenderal Zulkifeli Mohd Zin serta Menlu Filipina Menlu Jose Rene D Almendras dan Plt Panglima Filipina Laksamana Caesar Taccad AFP.

Photo published for Presiden Jokowi Akan Resmikan Dua Pelabuhan Perbatasan

Menlu Retno Marsudi menegaskan Indonesia, Filipina, dan Malaysia sepakat melakukan partoli bersama.

Kedua, lanjut Menlu, ketiga negara sepakat untuk memberikan bantuan sesegera mungkin kalau melihat ada orang atau kapal dalam situasi distress dan memerlukan bantuan.

“Yang ketiga adalah kita sepakat untuk membentuk National Focal Point di antara ketiga negara untuk memfasilitasi sharing information and intelligence dalam waktu singkat,” kata Menlu.

Keempat, lanjut Retno, ketiga negara sepakat untuk membuat hotline communication di antara ketiga negara.

Photo published for Tingkatkan Pengamanan Perbatasan | Berau Post

“Sekali lagi, untuk mempercepat respons kita apabila terjadi situasi emergency,” ujar Menlu menekankan.

Photo published for Jokowi: Pos Perbatasan Indonesia-Malaysia di Entikong Rampung Akhir Tahun - Kompas.com

Setelah pertemuan trilateral ini, ungkap Retno Marsudi, para Panglima Angkatan Bersenjata ketiga negara akan melanjutkan pembahasan untuk membahas mengenai Standard Operating Procedure (SOP).

Photo published for Wakil Ketua MPR: Baru Jokowi, Presiden kunjungi 3 kali Daerah Perbatasan

Pesan Politik
Dalam pertemuan trilateral, seperti diungkapkan Menlu Retno Marsudi, juga dibahas best practice yang sudah dimiliki dalam menjaga stabilitas dan keamanan di Selat Malaka.

“Karena di situ, Selat Malaka, kita sudah melakukan kerja sama-kerja sana tersebut dan kerja sama semacam ini contoh baiknya akan kita ambil. Akan kita adopt untuk kerja sama trilateral ini,” kata Retno.

Pertemuan trilateral ini, lanjut Menlu, juga merupakan suatu pesan politik (political message) yang sangat penting bagi ketiga negara dan bagi kawasan serta bagi dunia, bahwa ketiga negara yang terdampak langsung dengan tantangan yang terjadi di wilayah tersebut dapat segera melakukan pertemuan dan merespons secara bersama tantangan-tantangan tersebut.

“Ini pesan politik yang sangat penting bagi kita, bagi kawasan, dan juga bagi dunia bahwa kita bisa. Bersama kita bisa merespons tantangan yang ada di kawasan,” pungkas Menlu Retno Marsudi.

Deklarasi Bersama, Indonesia Sepakat Patroli Bersama Dengan Filipina dan Malaysia

https://twitter.com/search?q=perbatasan%20jokowi&src=typd

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s