Ahok Selama JAdi gubernur ga kerja

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hari ini meresmikan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Kalideres, Jakarta Barat. Dia berharap dengan adanya RPTRA itu, kebutuhan anak-anak semakin terpenuhi.


Ahok hadir di RPTRA Kalideres, Perumahan Citra Garden 6, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa, (3/5/2016) pagi. Kehadirannya telah ditunggu ratusan warga yang menyemut di lokasi.

Turun dari mobil, Ahok yang mengenakan seragam PNS warna cokelat langsung melangkah menerobos kerumunan warga. Dia tampak ramah menyalami ratusan warga yang antusias memanggil-manggil namanya. mantan bupati Belitung Timur ini juga meladeni permintaan warga untuk berfoto atau selfie.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan RPTRA Kalideres (Wisnu Prasetyo/detikcom)
Photo published for Tempat Pembunuhan Bocah Dalam Kardus di Kalideres Berubah jadi RPTRA
Dalam sambutannya, Ahok mengingatkan warga setempat menjaga dan memanfaatkan RPTRA Kalideres untuk kebutuhan anak-anak. Dia berharap RPTRA tersebut jadi area bermain yang asyik dan aman untuk anak-anak.

“Semoga dengan diresmikannya ruangan ini, anak-anak semakin terpenuhi kebutuhannya. Mereka bisa senang bermain setiap hari,” ujar Ahok di atas mimbar.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan RPTRA Kalideres (Wisnu Prasetyo/detikcom)

Selepas memberikan sambutan singkat, Ahok kemudian meresmikan RPTRA Kalideres tepat pukul 09.30 WIB. Ia kemudian berkeliling meninjau arena bermain untuk anak-anak selama kurang lebih 45 menit.

Lokasi RPTRA Kalideres ini tak begitu jauh dengan lokasi pembunuhan bocah dalam kardus yang sempat menyita perhatian publik beberapa waktu lalu. Namun menurut Ahok, itu hanya kebetulan saja.

“Itu kebetulan saja yang mau kita sesalkan harusnya ini RPTRA lebih cepat. Sebelum kejadian, pak wali kota sebenarnya sudah menetapkan tempat ini harus ada RPTRA. Kita masih social mapping, ketemu orang keburu kejadian,” kata Ahok.

Berdasarkan pengalaman itu, Ahok menginginkan di setiap wilayah yang padat penduduk harus dibangun sebuah RPTRA. Hal ini dikatakan Ahok untuk memenuhi kebutuhan keluarga, khususnya anak-anak.

Photo published for Ahok Resmikan RPTRA Kalideres: Semoga Anak-anak Senang Bermain Setiap Hari
“Jadi kita belajar satu hal pak wali kota, pak camat, pak lurah, usahakan semakin padat suatu wilayah maka harus ada RPTRA. Sehingga keluarga ini bisa saling berbagi, apalagi anak-anak mau kembangkan apa bisa,” tutur dia.
(hri/hri)

http://dkijakarta.bkkbn.go.id/ViewBerita.aspx?BeritaID=1085

https://twitter.com/search?q=RPTRA%20Kalideres&src=typd

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikian dua Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di wilayah Kecamatan Kalideres Jakarta Barat, yakni RPTRA Kalideres dan RPTRA Pegadungan, Selasa (3/5) pagi. Peresmian ditandai penandatanganan prasasti dan potong pita.


Peresmian kedua RPTRA itu berlangsung di RPTRA Kalideres, Perumahan Citra Garden 1. Hadir Wali Kota Jakarta Barat HM Anas Efendi, para pejabat Pemprov DKI, dan aparat wilayah setempat. Kedatangan Gubernur disambut murid murid sekolah dasar yang berjejer sampai ke lokasi peresmian. Sesekali, gubernur berselfie dengan warga.

Pada sambutannya Gubernur mengatakan RPTRA dibangun sebagai tempat berkumpulnya warga, mulai wanita hamil, anak anak hingga lanjut usia. “RPTRA sebagai tempat berinteraksi sesama warga. Yang semula tidak kenal, menjadi kenal. Tapi, jangan diartikan ini suatu hal yang negatif. “Kumpul di sini bukan berarti ngegosip. Tapi ngerumpi sehat. Misalnya, itu anak siapa. sekolah gak? eh, itu anak kok kurus ya,” ujarnya.

Diungkapkan, sejak pertama kali ke Jakarta, ia yang ketika itu menjabat Wakil Gubernur DKI, mengaku terkejut melihat data bahwa 40 persen anak di Jakarta tidak sekolah. Mereka tidak sekolah karena berbagai faktor. Satu di antaranya faktor ekonomi.

“Melihat itu, Pemda DKI membuat KJP (Kartu Jakarta Pintar). Apalagi saat ini anggaran untuk KJP meningkat hingga Rp 2 triliun. Jadi rata-rata sekitar Rp 590 ribu per bulan. Tapi, uang ini nantinya diberikan tidak dalam bentuk cash. Takutnya, uang ini bisa dipakai orangtuanya beli hp dan lain lain,” ujarnya.

Selain KJP, Pemprov DKI juga berencana memberikan uang Rp 18 juta per tahun bagi siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri. Sementara untuk siswa yang masuk perguruan tinggi swasta, Pemeprov DKI juga tetap memerhatikan. “Kalau yang meneruskan di swasta, kami akan berikan kebutuhan untuk biaya hidupnya,” katanya. Pada kesempatan itu Gubernur

Photo published for RPTRA Pegadungan Jadi Korban Vandalisme - Beritajakarta.com

http://dkijakarta.bkkbn.go.id/ViewBerita.aspx?BeritaID=1090

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meresmikan dua Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang berlokasi di wilayah Jakarta Selatan.

Kedua RPTRA tersebut yaitu RPTRA Rasamala di Jalan Rasamala RW 13, Kelurahan Menteng Dalam, Tebet dan RPTRA Manunggal di Jalan Inpres Manunggal RT 04/02, Kelurahan Petukangan Selatan, Pesanggrahan.

“Kami berharap RPTRA beserta segala fasilitas yang ada di sana dirawat dengan baik dan senantiasa dijaga kebersihannya, sehingga dapat digunakan untuk waktu lama,” katanya di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, salah satu tujuan pembangunan RPTRA adalah menyediakan tempat untuk berkumpul dan berkomunikasi antarwarga.

Photo published for RPTRA Rasamala dan Manunggal di Jaksel Diresmikan - Beritajakarta.com

“RPTRA merupakan fasilitas atau wadah untuk bersosialisasi. Berdasarkan hasil survei yang pernah dilakukan, kalau orang mau bahagia, maka harus lebih sering menikmati taman dan bersosialisasi,” ujar Ahok.

Oleh karena itu, dia pun meminta agar RPTRA tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga setempat. Sehingga warga dapat saling mengenal, berinteraksi satu sama lain, dan tumbuh kepedulian.

“Di RPTRA itu, kami mengharapkan fungsi RT, RW sampai lurah dan camat. Warga juga harus saling memperhatikan satu sama lain. Kalau ada warga yang kesusahan, harus cepat-cepat dibantu,” katanya.

RPTRA Rasamala dibangun diatas lahan seluas 1.800 meter persegi, sedangkan luas lahan RPTRA Manunggal 2.000 meter persegi.

Kedua RPTRA tersebut juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, di antaranya sarana olahraga dan bermain anak, toilet umum, PKK Mart, perpustakaan, ruang laktasi, gedung serba guna dan kolam ikan.

http://dkijakarta.bkkbn.go.id/ViewBerita.aspx?BeritaID=1084

 

Plt Walikota , Ka BPMPKB DKI dan Ka kantor BKKBN Jakut meninjau bazar seusai peresmian Kampung KB di Pademangan Timur. (wandi)

JAKARTA (Pos Kota) – Tiga kelurahan yang memiliki Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta Utara, akan dijadikan kampung Keluarga Berencana (KB).

Hal ini dilakukan dengan tujuan, selain memudahkan masyarakat untuk ikut KB juga dianggap paling effektif. Bahkan saat ini kampung KB itu sudah diresmikan.

Kepala BPM PKB Provinsi DKI Jakarta Dien Emawati saat di kampung KB di Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara mengatakan, pihaknya sengaja membangun taman RPTRA sebagai Kampung KB. Menurutnya ini sengaja dilakukan karena lokasi taman tersebut berada daerah yang kumuh atau padat penduduk.

“Selain itu sasaran kampung KB ini adalah daerah yang hasil pendataan keluarga masih banyak belum didata. Selain itu daerah yang keluarganya banyak anak remaja dan balita,” tambah Din.

Sementara itu PLT Walikota Jakarta Utara, Wahyu Haryadi menambahkan bahwa ada 21 indikator yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan kampung KB. Indikator itu antara lain meningkatnya peserta KB Baru dan KB Aktif, BKB, BKR, BKL dan PIK Remaja, tidak ada perempuan buta aksara dan sarana dan fasilitas lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat dan kerukunan warga melalui lembaga kemasyarakatan.

“Kami sangat berharap dengan adanya kampung KB di taman RPTRA ini kedepan akan dapat mengurangi jumlah penduduk. Maka dari itu saya sangat berharap kedepan seluruh UKPD dan SKPD berperan aktif dalam menyukseskan Program Kampung KB ini sesuai tupoksinya masing-masing,”terang Wahyu Haryadi.

Sedangkan Kepala BKKBN Jakarta Utara, Pakhrudin mengatakan, tujuan dari Kampung KB ini adalah meningkatnya peserta KB baru dan peserta KB Aktif. Bahkan saat ini di Jakarta Utara terdapat 400.132 Pasangan Usia Subur (PUS), dan untuk sasaran KB tahun 2016 ini sebanyak 90.701 akseptor.

“Kampung KB ini juga bertujuan untuk mewujudkan keluarga kecil berkualitas yang ditandai dengan meningkatnya kualitas keluarga dalam hal kesehatan, pendidikan pekerjaan, agama, ekonomi dan berbagai hal lainnya,” kata Pakhrudin.

(wandi/sir)

 

 

http://dkijakarta.bkkbn.go.id/ViewBerita.aspx?BeritaID=1091

 

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, hari ini, Selasa (26/4/2016) meresmikan pembangunan tahap 2 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

 

Peresmian itu dihadiri juga oleh Dubes Srilangka Darsana Mahenda Perera dan juga Owner The Harvest. RPTRA yang dibangun dengan luas 2860 meter, oleh PT  Mount Scopus Indonesia, milik The Harvest dengan nama RPTRA Mawar yang ke 6 tersebut, terletak di Jalan Mawar, Kelurahan Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan.

 

“Saya ingin tiap 2500 penduduk ada RPTRA,” ujar Ahok saat peresmian RPTRA yang ke 36 itu, di Jakarta Selatan, Senin (26/4/2016)

 

Dengan adanya RPTRA, ia berharap antar sesama warga RT 008/RW 02, saling mengenal dan memperhatikan satu dengan yang lainnya. RPTRA dibangun sebagai wadah silaturahmi antar sesama warga.

 

“Sarana di RPTRA harus ramah disabilitas. RPTRA ini tempat berbagi rasa, memperhatikan, peduli dengan yang lain. Bapak atau ibu kalau ada masalah sampaikan kepada kami. Pemda kami akan membantu sekuat tenaga,” imbuhnya.

 

Tak hanya itu, Ahok pun memperbolehkan jika RPTRA sendiri dipergunakan sebagai tempat untuk melangsungkan acara pernikahan. Dengan syarat tidak merusak fasilitas yang telah tersedia.

 

“Contohnya seperti ruang serba guna, ruang pengelola, perpustakaan, pentry, toilet, toilet disable, lapangan futsal, permainan anak, joging tract, kolam gizi, kebun bergizi, gazebo 2 buah, dan sebagainya,” jelasnya.

 

Sementara itu, Owner The Harvest Mr. Lal De Silva mengatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada Ahok yang telah memberikan kesempatan besar kepada The Harvest.

 

“Saya sudah 20 tahun disini. Saya sangat berterima kasih karena ini merupakan program pertama pemerintah yang memberikan kesempatan kepada kami para pengusaha,” paparnya.

 

 

 

 

 

Kesempatan yang diberikan oleh Ahok, lanjutnya, merupakan tanggung jawab antara pihaknya dengan masyarakat sekitar.

 

“Ini tanggung jawab Kami. Tapi kami memberikan kepada masyarakat. Semuanya kembali kepada masyarakat,” tutupnya.

 

http://dkijakarta.bkkbn.go.id/ViewBerita.aspx?BeritaID=1086

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s