Teknik Masak DAri Zama Ke JAman

Gas bumi PGN secara langsung ataupun tidak memiliki peranan penting dalam kegiatan wanita atau kaum ibu alias generasi kartini. Pada waktu RA Kartini masih hidup mungkin para leluhur kita dahulu baru mengenal hanya kayu bakar sebagai sarana memasak atau bahan bakar pengolah dapur. Di masa itu untuk mendapatkan yang namanya kayu bakar tentu tidaklah sulit. Mengingat pemukiman masyarakat masih berbentuk desa yang setiap jarak rumah ke rumah cukup berjauhan dan selalu di sela dengan pepohonan rindang serta semak belukar antar rumah yang satu dengan yang lainya.

gbr ilustrasi google

Dengan keadaan tersebut tentu saja untuk mendapatkan dahan dan ranting kayu untuk bahan bakar masih terbilang cukup mudah. Namun seiring bertambahnya jumlah penduduk maka bertambah pula jumlah kebutuhan. Kepadatan mulai meningkat, pemukiman yang sebelumnya memiliki jarak yang cukup lumayan lama kelamaan kian di isi dan di dirikan tempat tempat tinggal baru hingga jarak dari rumah kerumah kian berdempet sampai dengan akhirnya pemukiman tersebut menjadi seperti beberapa kota di negara kita saat ini. Di masa itu mungkin belum terpikirkan tentang pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga atau untuk keperluan ibu memasak di dapur.

libregraphics.asia

Kepadatan penduduk yang meningkat tentusaja menyebabkan ranting atau kayu bakar yang di gunakan para wanita pada saat itu untuk memasak menjadi kian sulit di dapat. Selain kesulitan untuk mendapatkanya masyarakat yang jumlah penduduknya kian banyak memadat menyebabkan jarak dari rumah ke rumah kian tak berbatas, kerapatan ini juga menjadi penyebab kayu bakar perlahan mulai di tinggalkan kaum kartini di masa itu. Seiring dengan perkembangan tersebut maka stigma kemakmuran keluarga yang dilihat dari mengepul atau tidaknya dapur rumah tangga mulai secara perlahan beringsut pergi. Mungkin di antara kita pernah mendengar istilah dalam ber keluarga itu “yang penting dapur ngebul” . Ini yang sering kita dengar dari para orang tua kita bahkan sampai dengan saat ini istilah tersebut masih sering terucap dari mereka.

fadlikpappagallo.blogspot.com

Memasuki masa kemerdekaan pertambahan penduduk kian bertumbuh. Kebutuhan pun kian bartambah pula. Tidak cuma itu, kemajuan teknik memasak pun mengalami perkembangan dengan di temukanya rancangan kaleng yang di isi dengan minyak bersumbu untuk menyalakan api. Singkat cerita itu kita sebut saja sebagai kompor minyak tanah. Dengan adanya penggunaan kompor minyak tanah maka dapur yang di gunakan oleh kaum wanita juga mengalami efisiensi dalam hal ukuran dan tata letaknya. Jika menggunakan kayu bakar maka membutuhkan ukuran luas dapur setidaknya 3x4x5 meter maka untuk dapur yang menggunakan kompor minyak bisa menggunakan ukuran setengahnya.

Era kejayaan minyak tanah seperti yang kita ketahui berlangsung cukup lama menemani kaum Kartini guna menyiapkan sajian hidangan yang lezat nan bergizi bagi keluarganya. Berbagai inovasi masakan hasil olahan kian variasi tersajikan di meja hidangan yang siap di santap. Kebiasaan kaum ibu yang sering berkumpul setelah melaksanakan tugas berat di dapur berujung pada saling bertukar informasi tentang apa yang sudah di olah dalam dapurnya. Walaupun dalam kegiatan bekumpul tersebut ada pembicaraan yang menjurus kepada hal negatif atau ngerumpi. Namun bila di sarikan sisi positifnya saja kegiatan ngerumpi juga menjadi sarana bagi kaum ibu untuk mendapatkan sesuatu yang baru dalam hal mengolah atau melakukan managerial apapun yang di kelola di dapurnya.

Sekitar tahun 60an pemanfaatan gas bumi sudah mulai di perkenalkan di indonesia. Namun Penggunaannya hanya di peruntukan untuk industri dan cenderung masih sedikit karena infra struktur dan kelengkapan untuk penggunaanya belum begitu memadai pada saat itu. Namun terus beranjak naiknya harga komoditas minyak membuat harga minyak tanah untuk kebutuhan rumah tanggapun terus merangkak naik serta ketersediaan nya pun mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Singkat kisah pada tahun 90 an negara kita mengalami gejolak krisis berbagai sektor, yang tentunya tak ketinggalan di sektor energi sebagai sumber bahan bakar. Gas bumi yang sebelumnya hanya di pergunakan untuk industri dan sebagian kecil sektor rumah tangga pun mulai di perhitungkan penggunaanya. Hal ini pun menjadi salah satu penyebab pertumbuhan industri komporgas di tanah air kita dimulai yang di harapkan bisa menjadi pengganti kompor minyak tanah serta meredam konsupsi kompor gas yang di produksi negara lain.

smkn1cikutra.blogspot.com

Pergeseran penggunaan minyak tanah ke gas bumi tentu saja membuat efisiensi kaum ibu dalam mengolah dapur rumah tangga. Api yang di hasilkan dari gas bumi memiliki tingkat panas yang lebih stabil dan bisa di atur sesuai dengan keperluan. Di bandingkan dengan minyak tanah atau pun kayu bakar tentu saja gas bumi menghasilkan lebih sedikit oksidan atau sisa hasil pembakaran. Dan Gas alam yang sebelumnya hanya diperuntukan pada sektor industri serta komoditas ekspor mulai di canangkan pada kebutuhan rumah tangga.

megapolitan.kompas.com

Kebutuhan gas bumi untuk keperluan rumah tangga ternyata terus meningkat dalam kehidupan setiap hari. Seiring d engan berjalananya waktu, kini banyak ibu rumah tangga mengandalkan gas sebagai pendukung salah satu kebutuhan utama untuk menyajikan hidangan kebutuhan pokok keluarga. Dari sinilah Gas bumi PGN mulai mengambil perananan penting untuk pemenuhan kebutuhan tersebut.

Hingga dengan saat ini pemerintah memberikan kepercayaan kepada Kementerian ESDM untuk mencukupi, mengelola dan mengoperasikan jaringan gas bumi untuk keperluan rumah tangga selain peruntukan sektor industri. Tugas dari pemerintah yang di percayakan kepada kementrian ESDM di handle oleh PGN saat ini dengan bersinergi dengan kementrian ESDM serta BUMN maupun BUMD yang saling terhubung. Jadi untuk saat ini PGN melalui penggunaan gas bumi oleh kaum kartini memegang peranan penting dalam perubahan pola penggunaan bahan bakar di sektor rumah tangga.

sp.beritasatu.com

Selamat hari kartini, selamat mengelola masakan yang sedap wahai ibu ibu ku, dan selamat bertugas para petugas PGN yang terus melakukan pembangunan, perawatan serta pengelolaan jaringan gas bumi ke rumah rumah agar tercukupi.  bersambung,…

Tulisan ini disumbangkan untuk jadi artikel situs Si-Nergi
Semoga Sukses Selalu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s