Semangat baru membuka Pegunungan Kendeng Tambang Bahan Baku Semen Yang Menggiurkan

Energi perjuangan “kartini sembilan” atau ibu-ibu yang protes proyek pabrik semen di pegunungan kendeng, rembang, jawa tengah, berasal dari kekhawatiran rusaknya bumi yang mereka huni di masa mendatang. Para kartini yang memprotes pembangunan pabrik semen ini, tentu saja beralasan kuat karena; pabrik serta pertambangan batu kapur di wilayah mereka tidak hanya akan membelenggu generasi mendatang, namun juga akan memperkosa lingkungan dan energi alami yang berada di sekitarnya. PT SMS yang telah mengantongi izin lingkungan dari bupati kabupaten pati akan memulai aktivitas pembangunan pabrik semen serta penambangan batu gamping dan batu lempung di sekitar wilayah tersebut.

Pegunungan karst Kendeng sebagai sumber air bagi pengairan irigasi sawah warga di Kayen, Tambakromo dan Sukolilo, Pati. Foto : Tommy Apriando

Menurut sri wiyanik warga desa branti, keluarnya izin tersebut akan menyingkirkan lahan subur dan kehidupan petani pati selatan yang akan digantikan industri tambang. Pegunungan kendeng utara begitu kaya sumber air, yang mengairi  tibuan hektar lahan pertanian. Ratusan mata air telah menghidupi lebih dari 200ribu jiwa warga di tiga kecamatan di pati selatan.Juga tak terhitung kekayaan budaya yang tersebar di banyak titik di pegunungan kapur ini. Wah kalo di pikirkan lagi, apa sih kepentingan yang di kedepankan oleh penguasa lokal di situ yaa?. Kok memberi kan ijin untuk bisnis pabrik, mengorbankan kepentingan masyarakat di situ dan juga kekayaan alam yang tersedia bakal rusak oleh proyek yang di beri ijin olehnya.

Ah,… berpikir positif aja dulu, mungkin ini demi kepentingan pembangunan daerah dan proyeknya sudah di rancang agar ramah lingkungan. Namun apakah pak penguasa sudah memikirkan pekerjaan petani disana akan hilang? Atau pak penguasa sudah membuka lowongan kerja untuk para petani yang lahanya kena alih fungsi?. Lalu apa pak penguasa juga sudah memikirkan sumber mata air di bumi tersebut nantinya bakal tercemar, karena yang namanya pabrik so tentu saja menghasilkan limbah. Dan setiap aktifitas pembukaan lahan penambangan pasti menimbulkan polusi.

Di dekat daerah tersebut, ada waduk kedungombo yang berfungsi untuk memproduktifkan lahan pertanian di grobogan, kudus, demak dan pati. Lahan pertanian untuk mereka di sana akan rusak bila dibuat untuk wilayah pertambangan. Padahal kan presiden kita joko widodo ingin negeri ini berdikari dan berdaulat pangan.

Emang makanan kita mau di ganti sama semen dan batu? Mungkin kalimat itu menggambarkan kekesalan dan kekecewaan warga di pegunungan kendeng dan sekitarnya yang menolak wilayah mereka di jadikan produsen semen.

Ditinjau dari kacamata ekonomi, proyek produksi semen di pegunungan kendeng banyak merugikan masyarakat di sana, beberapa contonya adalah:
–  Mata air, situs budaya, sungai bawah tanah  di desa timbrangan, kabupaten rembang yang termasuk wilayah pegunungan kendeng utara terancam rusak binasa broo.
– Pemasukan satu tahun dan sudah dipotong pajak di lahan seluas 300 hektar, dari padi tegalan mencapai rp3,4 miliar dan 2,8 miliar dari jagung bakalan ga keruan jadinya
– Kebun singkong menghasilkan 1,8 miliar dan cabai 10,8 miliar untuk setiap panennya di lahan seluas 150 hektar bakalan amburadul.
– Tamanan sela lainnya seperti pisang, kelapa, mangga, nangka, sukun, kluweh, jahe, kunir, laos pete dan hasil lainnya bisa pergi tanpa pesan dan hilang tak berkesan jadinya.
– Peternakan rata-rata setiap kepala keluarga (kk)dari 497 kk warga di desa timbrangan punya 2 ekor sapi nanti bisa membatu
– Warga menjual satu ekor sapi dengan harga jual 8juta /ekor setiap tahunya apa mau nanti pabrik semen di sana menggantikannya denga sak semen yang berjumlah senilai 8jt.???

yogyakarta.panduanwisata.id

Belum lagi dari sisi lingkungan, perusakan ekosistem pegunungan kendeng utara,hutan, belukar, gua dan mata air memicu risiko bencana ekologis banjir dan kekeringan daerah itu. Ada sekitar 33 mata air di wilayah grobogan, 79 mata air di wilayah sukolilo pati dengan debit relatif konstan. Dan menjadi sumber air bagi 8000 kepala keluarga dan lebih dari 4000 hektar sawah di sukolilo terancam rusak nantinya.

Padahal sebetulnya kawasan tersebut, seperti kawasan karts di pegunungan kendeng yang sesuai undang-undang adalah kawasan lindung tapi kok digunakan sebagai pertambangan dan pabrik semen. Masih banyak lagi kerugian kerugian dan ancaman kerusakan alam yang akan terjadi. Catatan dan ulasan yang lebih luas yang beling di kliping dan di copy di sini bisa di lihat di http://www.Mongabay.Co.Id/2015/01/27/apa-yang-hilang-jika-pegunungan-kendeng-di-tambang

Protes dalam bentuk membeton kaki yang di lakukan para srikandi dan kartini pegunungan kendeng menurut penulis adalah bentuk atau simbol akan terbelenggungan generasi mendatang di wilayah tersebut. Dan yang paling penting ibu ibu ini sangat menghawatirkan sekali dampak pencemaran lingkunganya akibat pembangunan pabrik semen tersebut. Karen pertambanyag batu gamping di pegunungan kendeng yang kaya bahan baku sement tersebut pastilah bisa menimbulkan pencemaran air, udara dan tanah

Tulisan ini disumbangkan untuk situs Si-Nergi

Semoga Sukses Selalu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s