Kenikmatan alami

Pertumbuhan jumlah manusia di bumi terus menggerus energi dan sumber daya alam yang ada. Kebutuhan memanglah harus terpenuhi. Semakin banyak peningkatan pertumbuhan penduduk di dunia ini secara otomatis juga menambah pertumbuhan sandang, pangan,papan,pendidikan dan energi untuk menggerakanya. Tuntutan rumah hunian sebagai kebutuhan papan tentu saja menarik orang lain untuk meliriknya sebagai proses bisnis. Kebutuhan papan atau perumahan yang dulunya sudah tercukupi kini mulai beralih ke bentuk beton dan baja karena kayu sebagai bahan utamanya terus menipis dan tumbuh kembali tak sebanding dengan pertumbuhan keperluanya.

alzaichsank.blogspot.com

Pabrik semen, baja dan industri property terus tumbuh sejak masa industri di mulai di dunia ini. Tak ketinggalan di negara kita indonesia pelan pelan berbagai industri dan pabrik pun bermunculan. Salah satu contonya adalah pabrik semen. Semen sediri berfungsi sebagai perekat bebatuan yang di susun untuk membangun suatu bentuk yang secara sederhana kita bisa sebut bangunan. Bangunan dari adukan semen dan pasir yang menyatukan beberapa potongan batu bisa berupa tembok, dinding, lantai atau sekedar tugu dan tiang pagar. Semen sendiri merupakan bahan kimia yang terdiri dari unsur trikalsium silikat, dikalsium silikat, trikalsium aluminat, tetrakalsium aluminofe, gipsum dll yang di racik dari bahan batu kapur dan tanah liat. Bahan batu kapur dan bahan kimia lainya diambi pada area yang banyak mengandung unsur tersebut yang biasa di sebut dengan pertambangan. (Cek wikipedia untuk info lebih banyak)

Kawasan pegunungan kendeng adalah pegunungan yang kaya akan batu kapur yang membentang di bagian utara pulau jawa. Nah hal ini tentunya menjadikan kawasan tersebut menjadi incaran pebisnis untuk mendirikan pabrik semen dan menambang bahan bakunya pada are tersebut. Padahal area tersebut banyak dijadikan para petani sebagai lahan bercocok tanam untuk kelanjutan hidup mereka. Selain itu daerah tersebut juga menjadi tempat yang bagus untuk daerah wisata karena memiliki lanscape alami cukup indah dan menyegarkan pandangan mata. Singkat kata area ini bagus buat “cuci mata”. Kawasan pegunungan kendeng juga banyak terdapat bukit bukit dan gua serta berbagai sumber mata air. Ini yang paling di khawatirkan masyarakat setempat akan rusak jika di area tersebut di buka pertambangan dan pabrik semen.

Sembilan perempuan asal Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah Selasa (12/4) sore unjuk rasa di depan Istana Negara, menolak pembangunan pabrik semen di wilayah mereka (VOA/Fathiyah).

Pada selasa sore 12 april 2016, sembilan perempuan asal pegunungan kendeng, berunjukrasa di depan istana negara jakarta, mereka memperjuangkan penolakan pembangunan pabrik semen di wilayah mereka karena pembangunan itu di khawatirkan akan merusak tatanan alam yang ada dan juga merusak tatanan kehidupan warga dari berbagai sisi.

Warga menyaksikan unjuk rasa sembilan perempuan asal Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa sore 12/4 (VOA/Fathiyah).

Para kartini pejuang lingkungan tersebut melakukan aksi menyemen kaki mereka dalam kotak kayu berukuran 100×40 sentimeter sebagai bentuk protes mereka. Mungkin itu merupakan simbol, apabila daerah mereka di jadikan pabrik dan tambang semen maka kehidupan mereka akan terbelenggu. Para ibu tersebut yang dijuluki “kartini sembilan” melakukan aksi membeton kaki mereka di depan istana merdeka, sebagai bagian dari unjukrasa menolak pembangunan pabrik semen di kampung halaman mereka.

Sebuah kalimat dari ibu sukinah yang merupakan salah seorang dari mereka patut kita renungkan secara dalam. Kalimatnya berbunyi “daripada sakitnya besok lebih parah mendingan sakitnya sekarang. Sakit sekarang tidak seberapa, tapi sakit besok menyangkut masa depan anak cucu akan datang”. Dari protes ibu ini hendaklah para pemegang kuasa untuk kegiatan daerah tersebut mesti memikirkan kebenaran dari nasihat yang ada di dalamnya.

Memang  sih kebutuhan material akan bangunan tentu terus tumbuh dan bertambah, tetapi kan sudah saatnya kita lebih bijak lagi dalam mengambil dan memanfaatkan sumber daya yang ada dengan tanpa mengabaikan akibat kerusakan alam yang akan di timbulkanya  karena kita semata mengejar target kepuasan yang sebetulnya tak pernah mencapai garis finish.

Jangan sampai kita telat mencegah kemarahan bumi dan seisinya. Bukankah jika bumi mengamuk maka energi perusak yang di hasilkanya tak mampu kita bendung.

Cek berita selengkapnya di sini ya  http://www.Voaindonesia.Com/content/protes-pabrik-semen-9-perempuan-semen-kakinya-/3282635.Html

Tulisan ini disumbangkan untuk situs Si-Nergi
Semoga Sukses Selalu
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s