Kemana Samin Membawa Semen

Kebutuhan energi dan bahan bangunan semakin meningkat terutama negara kita yang merupakan negara berkembang yang cukup luas dan besar. Semen merupakan kebutuhan pokok pendirian banguna bangunan moderen di kota saat ini. Bahan baku semen ini berasal dari batu kapur yang di tambang dari pegunungan batu gamping kemudian di bakar dengan suhu tinggi dan di haluskan untuk mengubah unsur kimiawinya.

Pada beberap lokasi di negara kita juga menyimpan perbukitan bahan baku semen juga selain menyimpan cadangan energi alam yang masih belum di eksplorasi. Namun apakah semua itu harus di kupas dan di telanjangi serta di hisap sari sumber energinya. Dan terus menerus kita keruk material yang ada di dalamnya. Sebetulnya si masih boleh saja asalkan lingkungan sekitar produksi dan wilayah terdampaknya bisa di redam pencemaranya dan juga kehidupan warga pada pemukiman lahan sekitar wilayah tersebut bisa di carikan solusi tepatnya karena lahan tempat mereka mencari nafkah berubah fungsi.

Target pembangunan infrastruktur dalam negeri oleh pemerintah yang terus di genjot, tentu saja menyebabkan kebutuhan bahan baku bangunan terutama semen pastilah menjulang naik. Dalam data kemenperin.go.id pada tahun 2012 konsumsi semen indonesia mencapaj sekitar 50juta ton per tahun itu empat tahun yang lalu. Sekarang di 2016 dan 2017 kemenperin memperkirakan permintaan di dalam negeri bakal menyentuh 85 juta ton dan ekspor bisa 10 juta ton hingga 15 juta ton.

Penambangan bahan baku serta pengolahanya secara besar besaran tentu saja menimbulkan pro dan kontra karena mesti berhadapan dengan banyak kepentingan yang mau tidak mau ada banyak pihak terkait langsung ataupun tidak di dalam proses tersebut. Kegiatan penambangan dan pendirian suatu pabrik untuk industri tentu saja menimbulkan resiko kerusakan bumi jika kita lalai dalam melakukan pengelolaan dampak pencemaran yang di timbulkanya.

Produsen semen yang telah di berikan ijin lingkungan untuk pengolahan lahan sebetulnya terikat oleh peraturan yang menjaga mereka agar tidak menjadi penyebab pencemaran tanah, air, dan udara. Namun perlu kita sadari setiap proses untuk meredam dampak lingkungan yang di timbulkan tentu saja melalu proses panjang dan biaya yang cukup tinggi untuk melakukanya sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku.

Yang namanya pengusaha itu tentu terdidik untuk mencari ke untungan, apalagi pengusaha tersebut di didik dan di besarkan pada negara yang menganut sistem kapitalis. Bukan tidak mungkin falsafah ekonomi “dengan modal sekecil mungkin harus mendapat keuntungan yang sebesarnya” di terapkan dalam perusahaanya yang di berikan ijin untuk menambang mineral bumi. Apabila hal itu di terapkanya maka seringkali pengusaha tersebut bertindak nakal dengan memotong proses yang bertujuan untuk menjaga lingkungan guna mendapat isi kantong lebih tebal lagi, lagi dan lagi… Seketat apakah pengawasan yang terjadi? . Nampaknya hanya pemerintah yang tahu.

Pembangunan pabrik semen semen di rembang mulai di canangkan pada senin, 16 juni 2014. Agenda peletakan batu pertama di tambang tersebut, berlangsung ricuh karena warga sekitar lokasi yang melakukan penolakan dan aksi blokade. Aksi blokade warga di rembang, jawa tengah menjadi pilihan terakhir setelah warga tidak pernah diberi kesempatan untuk menyuarakan berbagai pelanggaran yang telah dilakukan selama persiapan proyek pembangunan pabrik semen. Katanya warga setempat tidak pernah tahu informasi yang jelas mengenai rencana pendirian pabrik semen. Tidak pernah ada sosialisasi yang melibatkan warga desa secara umum, yang ada hanya perangkat desa dan tidak pernah disampaikan kepada warga.(Tribunews) lhaa kok teganya para perangkat desa yang ada ga ngasih tau ke warga.

Proyek pabrik semen terus berjalan dan perjuangan untuk memperotesnyapun berlanjut. Pembangunan pabrik semen, yang menjadikan pegunungan karts kendeng sebagai sumber produksi, eksplorasi dan eksploitasi terus di tolak dan di perjuangkan. Hingga senin (12/4/2016), sembilan ibu-ibu pejuang dari rembang menggelar aksi heroik memasung kaki mereka dengan semen di depan istana sebagai simbol bahwa kehidupan mereka rembang sudah terbelengu.

Cerita sebelumnya, pada awal-awal bulan pergerakan sukinah dkk, pihak pabrik juga melakukan upaya untuk meredam mereka. Dari cerita yang ada mengisahkan tentang pabrik yang berupaya melakukan segala cara mulai dari memecah warga menjadi pihak pro dan pihak melawan. Pihak pro tentu diiming-imingi dengan sejumlah uang dan jadi juragan. “macam strategi belanda jadul ya” Dan di pihak yang melawan ini di stigmakan mewarisi kaum PKI dan berbahaya, bahkan anak-anak mereka juga mulai dikucilkan di sekolah. Bagi gedibal moral dan gedibal agama, cukup embuskan isu bahwa pihak yang melawan ini di cap sebagai para penganut kepercayaan “samin”, kepercayaan harusnya dijauhi sebab kita mesti beragama. Welehhhh mode mode seperti ini apa bener masih di pake sama juragan pabrik ya?

Kisah perjuangan ibu sukinah dkk ini ternyata belum berakhir. Tujuan mereka sebetulnya untuk menjaga kelestarian alam sekitar dan keberlangsungan hidup mereka. Karena alam yang mereka tempati konon subur makmur. Mereka bergelut dengan pemilik pabrik yang juga memperjuangkan tuntutan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Jadi di perlukan dialog yang bisa memberikan jalan keluar agar bisa mendapatkan manfaat di kedua belah pihak tanpa mengganggu keseimbangan alam.

Semoga pemerintahan memutuskan langkah yang tepat untuk menjaga kelestarian bumi, dan memberdayakan alam yang menyediakan sumber daya dan energi untuk di kelola. bukan malah memperdayai alam dan warga yang tinggal menetap pada lingkungan itu

Cerita perjuangan mereka akan terus berlanjut selama bumi terancam di perdayai…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s